Nadeo Argawinata merupakan salah satu penjaga gawang Indonesia yang memiliki perjalanan panjang di kompetisi sepak bola nasional. Namanya mulai dikenal luas melalui penampilannya di level klub sebelum kemudian mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia. Perjalanan tersebut membuat profilnya menarik untuk dibahas, terutama bagi penggemar sepak bola yang ingin mengetahui lebih jauh tentang karier dan pencapaiannya.
Sebagai seorang kiper, perjalanan Nadeo tidak selalu berlangsung lurus. Ia pernah memperkuat Borneo FC, kemudian pindah ke Bali United, sebelum kembali ke Samarinda dan menjalani periode panjang bersama Borneo FC. Nadeo Argawinata Pada musim 2025/26, ia bahkan mendapatkan penghargaan Best Goalkeeper BRI Super League setelah mencatat 34 pertandingan, 130 penyelamatan, dan 12 clean sheet.
Profil dan Biodata Nadeo Argawinata
Nadeo Argawinata dikenal sebagai pemain sepak bola Indonesia yang berposisi sebagai penjaga gawang. Ia berasal dari Kediri, Jawa Timur, dan lahir pada 9 Maret 1997. Posisi kiper membuat perannya berbeda dari sebagian besar pemain di lapangan karena ia menjadi pemain terakhir yang bertugas mengamankan gawang sekaligus mengorganisasi lini pertahanan dari belakang.
Perjalanan profesional Nadeo sangat erat dengan Borneo FC. Klub tersebut menjadi tempat ia memulai karier profesional dan kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kariernya. Borneo FC juga mencatat bahwa Nadeo pernah meninggalkan klub melalui transfer menuju Bali United setelah menghabiskan beberapa musim bersama Pesut Etam.
Dalam perkembangannya, Nadeo tidak hanya dikenal melalui penampilan di kompetisi domestik. Nadeo Argawinata Ia juga mendapat kesempatan bermain bersama Timnas Indonesia dan tampil di berbagai pertandingan internasional. Pengalaman tersebut membuat namanya menjadi bagian dari persaingan di posisi penjaga gawang skuad Garuda, bersama sejumlah kiper nasional lainnya.
Masa Kecil dan Awal Karier Sepak Bola Nadeo Argawinata
Nadeo berasal dari Kediri, kota yang juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sepak bola Jawa Timur. Sebelum memasuki level profesional, perjalanan seorang pemain biasanya dimulai dari pembinaan usia muda. Bagi Nadeo, proses tersebut menjadi bagian penting sebelum akhirnya ia mendapatkan kesempatan untuk bermain di kompetisi profesional.
Karier profesionalnya kemudian berkembang bersama Borneo FC. Klub tersebut menyebut Nadeo sebagai pemain yang mengawali perjalanan profesional bersama Pesut Etam. Nadeo Argawinata Pengalaman bermain di kompetisi domestik menjadi fondasi penting karena posisi penjaga gawang membutuhkan konsistensi, komunikasi dengan pemain bertahan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi pertandingan.
Perkembangan Nadeo juga memperlihatkan bagaimana kiper lokal dapat membangun karier melalui kompetisi nasional. Setelah mendapatkan pengalaman bersama klub, ia mulai mendapatkan perhatian lebih luas dan kesempatan memperkuat tim nasional kelompok usia maupun senior. Tahap tersebut kemudian membuka jalan menuju pertandingan-pertandingan yang memiliki tekanan lebih besar di level internasional.
Perjalanan Nadeo Argawinata Bersama Borneo FC
Borneo FC menjadi salah satu klub terpenting dalam perjalanan karier Nadeo Argawinata. Ia mengawali karier profesional bersama klub yang bermarkas di Samarinda tersebut dan menjalani beberapa musim sebelum akhirnya mendapatkan tawaran dari Bali United. Ketika transfer tersebut terjadi, Borneo FC menjelaskan bahwa Nadeo masih memiliki sisa kontrak sehingga proses kepindahannya dilakukan melalui skema transfer.
Setelah beberapa tahun di Bali United, Nadeo kembali ke Borneo FC pada 2023. Klub mengumumkan kepulangannya dengan kontrak berdurasi tiga tahun dan menyebut bahwa ia sebelumnya telah menjalani petualangan selama tiga tahun di Bali United. Kembalinya Nadeo menambah persaingan di sektor penjaga gawang sekaligus mempertemukannya kembali dengan klub tempat ia memulai karier profesional.
Periode keduanya di Borneo kemudian menjadi salah satu fase paling produktif dalam karier Nadeo. Pada musim 2025/26, ia tampil dalam seluruh 34 pertandingan BRI Super League dan mencatat 12 clean sheet. Borneo FC sendiri mengakhiri kompetisi sebagai runner-up dengan 79 poin, sama seperti Persib Bandung, tetapi berada di posisi kedua berdasarkan head-to-head.
Periode Karier Nadeo Argawinata di Bali United
Kepindahan ke Bali United menjadi fase penting karena Nadeo memperoleh pengalaman baru setelah beberapa musim bersama Borneo FC. Pada saat transfer tersebut, Borneo menjelaskan bahwa salah satu pertimbangannya berkaitan dengan kesempatan Nadeo tampil bersama Bali United yang saat itu akan bermain di kompetisi Asia. Nilai transfer kedua klub tidak dipublikasikan.
Selama berada di Bali United, Nadeo menjadi bagian dari skuad yang kemudian meraih gelar Liga 1. Borneo FC mencatat bahwa Nadeo kembali ke Samarinda setelah membantu Bali United menjadi juara Liga 1 dua musim sebelumnya. Pengalaman tersebut menambah koleksi pengalaman kompetitifnya sebelum ia kembali menjadi bagian dari Pesut Etam.
Pengalaman di Bali United juga penting dari sisi perkembangan karier. Bermain untuk klub berbeda membuat Nadeo menghadapi lingkungan latihan, rekan setim, pelatih, dan tuntutan pertandingan yang berbeda. Setelah tiga tahun menjalani periode tersebut, ia akhirnya kembali ke Borneo FC untuk musim 2023/24 dengan membawa pengalaman yang lebih luas di level kompetisi nasional.
Kembalinya Nadeo Argawinata ke Borneo FC
Kepulangan Nadeo ke Samarinda pada 2023 menjadi salah satu cerita penting dalam kariernya. Borneo FC secara resmi mengumumkan perekrutannya kembali setelah tiga tahun memperkuat Bali United. Klub menyebut bahwa Nadeo dikontrak selama tiga tahun dan diharapkan dapat membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan.
Pada musim-musim berikutnya, Nadeo kembali menjadi bagian penting dari skuad Borneo. Situs resmi klub mencatat bahwa ia kembali mengikuti latihan setelah menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia pada 2026. Nadeo Argawinata Pelatih Fabio Lefundes juga menyebut Nadeo sebagai kapten Pesut Etam dalam laporan klub tersebut, menunjukkan perannya yang tidak hanya berkaitan dengan tugas teknis sebagai penjaga gawang.
Musim 2025/26 menjadi salah satu pencapaian penting setelah kepulangannya. Borneo FC finis di posisi kedua dengan 79 poin dan Nadeo mendapatkan penghargaan Best Goalkeeper dari operator kompetisi. Ia mencatat 34 penampilan, 130 penyelamatan, serta 12 clean sheet sepanjang musim tersebut.
Perjalanan Nadeo Argawinata Bersama Timnas Indonesia

Selain karier klub, perjalanan Nadeo bersama Timnas Indonesia menjadi bagian penting dari profilnya. Ia mendapatkan kesempatan bermain untuk skuad nasional dan kemudian menjadi salah satu nama yang bersaing di posisi penjaga gawang. Persaingan tersebut melibatkan beberapa kiper Indonesia yang juga mendapatkan panggilan ke tim nasional pada periode berbeda.
Salah satu turnamen yang membuat nama Nadeo semakin dikenal adalah Piala AFF 2020 yang dimainkan pada akhir 2021. Pada awal turnamen, ia belum menjadi pilihan utama. Nadeo Argawinata Kesempatan tampil datang ketika Indonesia menghadapi Vietnam di fase grup, dan pertandingan tersebut berakhir tanpa gol. Setelah itu, Nadeo terus dipercaya hingga fase berikutnya.
Pengalaman bersama Timnas Indonesia juga berlanjut setelah Piala AFF. Pada 2026, Nadeo masih mendapat panggilan untuk bergabung dengan tim nasional. Borneo FC melaporkan bahwa ia mengikuti FIFA Series 2026 dan kemudian kembali berlatih bersama klub setelah tugas internasional selesai. Hal ini menunjukkan bahwa ia tetap berada dalam persaingan untuk posisi penjaga gawang di level nasional.
Momen Penting Nadeo Argawinata di SEA Games dan Piala AFF
Salah satu periode awal penting dalam karier internasional Nadeo datang melalui sepak bola kelompok usia dan SEA Games. Pengalaman tampil dalam kompetisi internasional tingkat regional memberi pemain kesempatan menghadapi lawan dari negara lain sekaligus beradaptasi dengan tekanan pertandingan yang berbeda dari kompetisi klub.
Nama Nadeo kemudian semakin kuat di mata publik setelah penampilannya dalam Piala AFF 2020. Dalam semifinal leg kedua melawan Singapura, Indonesia bermain imbang 2-2 hingga akhir waktu normal. Pada menit-menit akhir, Nadeo menggagalkan tendangan penalti Faris Ramli. Indonesia kemudian memenangkan pertandingan dengan skor 4-2 setelah perpanjangan waktu dan lolos ke final.
Indonesia akhirnya menjadi runner-up Piala AFF 2020 setelah kalah agregat 6-2 dari Thailand di final. Meski gelar juara tidak berhasil diraih, turnamen tersebut menjadi salah satu momen paling dikenal dalam perjalanan internasional Nadeo. Penyelamatan penalti melawan Singapura juga sering disebut dalam pemberitaan sebagai salah satu penampilan pentingnya bersama Timnas Indonesia.
Statistik dan Performa Nadeo Argawinata
Statistik penjaga gawang tidak hanya dapat dilihat dari jumlah pertandingan. Jumlah penyelamatan, clean sheet, gol yang dicegah, serta konsistensi tampil juga menjadi indikator yang sering digunakan untuk melihat kontribusi seorang kiper. Karena itu, angka statistik Nadeo perlu dibaca sesuai musim dan kompetisi agar tidak tercampur antara catatan klub dan tim nasional.
Pada BRI Super League 2025/26, data resmi operator kompetisi mencatat Nadeo tampil dalam 34 pertandingan. Ia menghasilkan 130 penyelamatan dan 12 clean sheet, sekaligus mendapatkan penghargaan Best Goalkeeper. Data tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya menit bermain dan kontribusinya sepanjang satu musim penuh bersama Borneo FC.
Sebelum musim berakhir, Nadeo juga tercatat sebagai salah satu penjaga gawang dengan statistik menonjol dalam kompetisi tersebut. Dalam daftar nominasi Best Goalkeeper, operator liga mencatat 12 clean sheet dan save ratio 89 persen untuk Nadeo, selain menyebut catatan goals prevented yang tinggi di antara para nominasi. Statistik seperti ini membantu memberikan konteks yang lebih objektif terhadap performanya.
Prestasi dan Gelar yang Diraih Nadeo Argawinata
Salah satu prestasi klub yang berkaitan dengan perjalanan Nadeo adalah gelar Liga 1 bersama Bali United. Setelah meninggalkan Borneo FC dan menjalani periode di Bali, ia menjadi bagian dari tim yang meraih gelar kompetisi tersebut. Pengalaman tersebut kemudian dibawa ketika ia kembali ke Samarinda dan melanjutkan karier bersama Borneo FC.
Di level tim nasional, pencapaian yang menonjol adalah keberhasilan Indonesia mencapai final Piala AFF 2020. Nadeo memainkan peran penting dalam perjalanan menuju final, termasuk ketika menggagalkan penalti Faris Ramli di semifinal melawan Singapura. Indonesia akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Thailand dalam dua leg final.
Prestasi individu terbaru Nadeo datang pada akhir BRI Super League 2025/26. Operator kompetisi secara resmi memilihnya sebagai Best Goalkeeper setelah mencatat 34 penampilan, 130 penyelamatan, dan 12 clean sheet. Penghargaan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam karier domestiknya dan melengkapi pengalaman yang telah dikumpulkannya bersama Borneo FC, Bali United, serta Timnas Indonesia.
Gaya Bermain dan Perannya sebagai Penjaga Gawang
Sebagai kiper, tugas Nadeo tidak berhenti pada menghentikan tembakan lawan. Penjaga gawang juga berperan dalam mengatur posisi pemain bertahan, membaca arah serangan, mengantisipasi bola silang, dan memulai serangan dari area belakang. Karena itu, performa seorang kiper biasanya berkaitan erat dengan koordinasi bersama lini pertahanan.
Catatan statistik musim 2025/26 memperlihatkan bahwa Nadeo memiliki volume pekerjaan yang tinggi di bawah mistar Borneo FC. Dengan 130 penyelamatan dari 34 pertandingan, ia menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan reaksi cepat dan pengambilan keputusan. Catatan 12 clean sheet juga menjadi bagian dari alasan ia mendapatkan penghargaan penjaga gawang terbaik kompetisi.
Perannya di Borneo juga berkembang di luar aspek teknis. Pada 2026, situs resmi klub menyebut Nadeo sebagai kapten ketika membahas kepulangannya dari tugas bersama Timnas Indonesia. Dalam pertandingan menghadapi Persik Kediri pada April 2026, ia juga mendapatkan penghargaan Player of the Match setelah membantu Borneo meraih kemenangan 1-0.
Fakta Menarik tentang Nadeo Argawinata
Salah satu fakta penting tentang Nadeo adalah hubungan panjangnya dengan Borneo FC. Ia memulai karier profesional di klub tersebut, sempat pindah ke Bali United, kemudian kembali ke Samarinda. Perjalanan itu membuat Borneo menjadi bagian yang cukup besar dalam perkembangan kariernya dari pemain muda hingga penjaga gawang berpengalaman.
Fakta lain yang menonjol adalah momen Piala AFF 2020. Dalam semifinal melawan Singapura, Nadeo menggagalkan penalti Faris Ramli ketika pertandingan masih berlangsung ketat. Indonesia akhirnya menang 4-2 setelah perpanjangan waktu. Momen tersebut menjadi salah satu penampilan yang paling sering dikaitkan dengan perjalanan internasional Nadeo.
Perkembangan terbarunya juga patut dicatat karena status klubnya berubah pada 2026. Pada 22 Juli 2026, Persija Jakarta mengumumkan transfer Nadeo dari Borneo FC dengan kontrak lima tahun hingga 2031. Dengan demikian, informasi lama yang masih menyebut Nadeo sebagai pemain Borneo FC perlu diperbarui ketika artikel diterbitkan setelah transfer tersebut.
Pertanyaan yang Sering Dicari tentang Nadeo Argawinata
Nadeo Argawinata adalah penjaga gawang asal Indonesia yang lahir di Kediri pada 9 Maret 1997. Ia memulai karier profesional bersama Borneo FC, pernah bermain untuk Bali United, kemudian kembali ke Borneo sebelum akhirnya pindah ke Persija Jakarta pada Juli 2026. Persija mengumumkan kontrak Nadeo selama lima tahun hingga 2031.
Untuk pertanyaan mengenai klub terbaru, Nadeo saat ini tercatat sebagai pemain Persija Jakarta berdasarkan pengumuman resmi klub pada 22 Juli 2026. Sebelumnya, ia menjalani musim 2025/26 bersama Borneo FC dan meraih penghargaan Best Goalkeeper BRI Super League setelah tampil dalam 34 pertandingan dengan 130 penyelamatan dan 12 clean sheet.
Sementara itu, perjalanan Nadeo bersama Timnas Indonesia mencakup berbagai pengalaman di level internasional, termasuk Piala AFF 2020. Salah satu momen paling dikenang terjadi pada semifinal melawan Singapura ketika ia menggagalkan penalti Faris Ramli. Perjalanan klub dan tim nasional tersebut membuat profil Nadeo terus menjadi perhatian penggemar sepak bola Indonesia.
Nadeo Argawinata memiliki perjalanan karier yang mencakup perkembangan dari level klub, pengalaman bersama Bali United, kepulangan ke Borneo FC, hingga kepindahan ke Persija Jakarta pada 2026. Di antara pencapaiannya, penghargaan Best Goalkeeper BRI Super League 2025/26 menjadi catatan terbaru yang didukung oleh statistik penampilan sepanjang musim.
Perjalanan bersama Timnas Indonesia juga menjadi bagian penting dari profilnya. Dari pengalaman di turnamen regional hingga penampilan di Piala AFF, Nadeo telah melewati berbagai situasi kompetitif yang membentuk kariernya sebagai penjaga gawang. Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangannya, informasi dari klub, operator kompetisi, dan kanal resmi sepak bola Indonesia dapat menjadi rujukan untuk mendapatkan kabar terbaru.








